Sumber: Materi “Public Fundraising oleh Nur Efendi (CEO Rumah Zakat).

Promosi adalah kegiatan marketing yang paling penting, karena di sinilah Kamu memperkenalkan sebuah program atau lembaga Kamu ke masyarakat. Banyak keuntungan yang didapat dengan kegiatan berpromosi, misalnya: informasi program atau lembaga Kamu akan tersebar kepada masyarakat, mendapatkan kenaikan target dan profit, mendapatkan donatur baru dan menjaga kesetiaan donatur, membedakan serta mengunggulkan program dibanding program yang lainnya, bahkan membantu mengubah tingkah laku dan mengetahui keinginan calon donatur.

Agar memperoleh hasil maksimal diperlukan langkah-langkah untuk melakukannya. Diantaranya:
1. Carilah siapa TARGET MARKET lembaga Kamu.
Tentukan segmentasi yang lebih spesifik untuk menghadapi perilaku calon donatur yang bermacam-macam. Langkah ini penting untuk menghadapi persaingan. Dengan mengetahui target market secara jelas dan spesifik maka Kamu dapat membuat anggaran promosi yang efektif.

2. MEDIA ONLINE adalah keharusan.
Di jaman teknologi yang sudah canggih seperti ini, penggunaan media online akan sangat membantu dalam memberikan informasi program lembaga kamu dalam jangkauan yang lebih luas. Tetapi kamu tetap harus fokus pada market yang Kamu tuju, kenali perilaku konsumen, dan tentukan media yang sesuai.

3. Kombinasikan antara EFEKTIF dan EFISIEN.
Banyak pelaku usaha yang biasanya melupakan pengukuran efektivitas promosi yang telah dilakukan. Padahal ini penting untuk mereview efektivitas kegiatan promosi lembaga Kamu. Pengukuran ini dapat dilakukan dengan riset brand awareness atau mengukur impact digital marketing dalam mendongkrak penjualan program Kamu supaya apa yang lembaga Kamu lakukan berjalan dengan efektif dan efisien.

4. Tujuan promosi bukan hanya SALES CONVERTION, namun juga INVOLMENT, SHARING & RECOMMENDATION.
Tujuan promosi bukan cuma menaikan penjualan atau memperkenalkan program baru. Tapi juga harus ada keterlibatan kepada calon donatur, karena untuk calon donatur berdonasi di lembaga kamu perlu adanya “pertimbangan”, jadi dengan adanya keterlibatan calon donatur turut berperan dalam menentukan pengambilan keputusan pembelian yang tidak direncanakan yang dilakukan calon donatur. Selain itu juga tidak hanya hit n run, tapi calon donatur bisa ikut berbagi menurut pendapat mereka dan merekomendasikan program lembaga kamu ke kerabatnya.

Nah Sahabat Amil punya langkah-langkah lain ga nih?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *