Sumber: Buku ‚ÄúDigital Fundraising For Nonprofit” Oleh Dea Sunarwan.

Aktivasi digital fundraising merupakan upaya yang dilakukan setelah organisasi benar-benar memahami dan melakukan serangkaian proses yang harus dilalui sebelumnya. Langkah-langkah aktivasi ini bersifat taktis dan teknis.

Ada 6 langkah teknis dalam melakukan aktivasi digital fundraising, yaitu:

  1. Define Specific Core Program

Core program inilah yang akan menguatkan positioning organisasi sebagai organisasi yang memiliki keunikan program tersendiri dari yang lainnya. Hal yang perlu diperhatikan adalah bagaimana agar organisasi bisa memberikan value proposition terhadap program yang daiadakan sehingga Ketika program itu diadakan dalam bentuk campaign digital, audiens mendapatkan nilai dari konten yang diberikan dan berujung mereka berdonasi untuk program tersebut.

  1. Define Your Target Audiens

Membuat campaign fundraising tanpa menetapkan target audiens ibarat memanah tanpa target dalam kondisi mata tertutup. Menetapkan dan memahami target audiens dari campaign fundraising yang dibuat adalah hal wajib yang dilakukan pertama kali untuk mempersiapkan Langkah taktis selanjutnya. Hal yang dapat dilakukan dalam menerapkan target audiens dengan cara mempelajari donator existing organisasi, Adapun kriterinya yaitu:

  • Demografi
    Informasi ini digunakan untuk mempelajari profil dari donator berdasarkan usia, gender, range penghasilan, pekerjaan, dsb.
  • Lokasi
    Dengan menganalisis lokasi bisa membantu dalam hal pemetaan strategi promosi untuk setiap progam yang diadakan.
  • Psikografis
    Psikografis dilakukan dengan riset atau survey terhadap donator untuk mendapatkan interest (ketertarikan terhadap sesuatu) dan activities (aktivitas) juga attitudes (sikap atau kebiasaan) dan opinions (opini terhadap suatu bahasan).

Hasil analisis dari poin tersebut harapannya bisa mnejadi insight dalam menerapkan target audiens yang sesuai dengan karakter dari organisasi.

  1. Create Remarkable Content

Langkah selanjutnya adalah pembuatan konten yang menarik. Konten yang menarik dan berkesan ibarat kail yang bisa menari perhatian audiens.

  1. Data Leads Building

Mendapatkan data leads (calon donator) merupakan hal yang perlu diperhatikan. Setidaknya data yang perlu dimiliki adalah e-mail, kenapa e-mail? Karena 98% penduduk Indonesia yang terhubung ke internet adalah mereka yang menggunakan smartphone (digital in Indonesia, Hootsuite, 2020), yang mana syarat agar seseorang terhubung ke internet adalah memiliki e-mail.

  1. Distribute Campaign

Di dalam digital fundraising, distribusi campaign bisa dilakukan ke dalam beberapa cara dan melalui berbagai kanal distribusi seperti: social media, digital advertising, website atau landingpage, e-mail marketing, whatsapp, crowdfunding platform, dsb. Proses ini perlu memperhatikan berbagai aspek yang sesuai dengan target audiens, kanal yang digunakan harus relevan dengan kebiasaan dari audiens yang telah ditargetkan oleh organisasi.

  1. Measure, Optimize, and Repeat

Efektivitas suatu campaign yang tengah berjalan tidak dapat diketahui jika tidak ada proses pengukuran terhadap aktivitas yang dijalaninya. Oleh karena itu, perlu dimaksimalkan dengan proses pengukuran di setiap aspeknya.anda bisa melakukan analisis untuk memperoleh insight yang bisa digunakan untuk mengoptimalkan konten di kemudian hari, serta berbagai proses lainnya. Untuk mendapatkan outcome terbaik, ulangi lima tahap sebelumnya secara konsisten, hingga organisasi mendapatkan pola yang tepat di dalam aktivitas digital fundraising.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *