Sumber: Materi “Fundraising Menuju Friendraising” oleh Romi Ardiansyah

Kunci Digital Fundraising

Ada beberapa kunci dalam digital fundraising, diantaranya:

  1. Konten Menggugah

Pada dasarnya, orang suka berbagi pengalaman emosional. Ketika merasakan sesuatu, kita ingin orang lain mengalaminya juga. Konten menggugah merupakan konten yang memicu respon emosional. Konten yang seperti itu lebih mungkin disukai banyak orang daripada yang tidak melibatkan emosi. Hal ini didukung dengan fakta hasil penelitian yang dilakukan oleh Fractl.

Kampanye yang mendapat lebih dari 100 penempatan 3x lebih cenderung menghasilkan ikatan emosional yang kuat daripada kampanye yang kurang dari itu.

Kampanye yang menghasilkan lebih dari 20.000 social shares 8x lebih mungkin menghasilkan ikatan emosional yang kuat daripada kampanye yang menghasilkan kurang dari 1.000 shares.

Dari fakta tersebut, dampak emosional adalah pembeda kesuksesan kampanye terbesar. Oleh karena itu, kita perlu mempelajari berbagai emosi sebelum memutuskan untuk memasukkannya dalam tema konten.

  1. Layanan Donatur Responsif

Donatur juga ingin dilayani dan diperhatikan dengan baik. Cara sebuah lembaga melayani mereka, pasti juga akan dinilai oleh donatur. Itulah mengapa para pimpinan lembaga dapat mengedukasi materi-materi dasar dalam melayani donatur. Layanan donatur yang merespon dengan baik dan cepat akan membantu lembaga mengembangkan program atau lembaga mereka agar menjadi lebih baik lagi. Layanan donatur yang merespon dengan baik dan cepat akan membantu lembaga mengembangkan jasa/produk mereka menjadi lebih baik lagi. Melalui feedback dari donatur yang dirangkum dengan baik oleh layanan customer service, sebuah lembaga dapat memperbaiki jasa/produk yang sudah ada serta dapat membuat inovasi baru sesuai kebutuhan donatur. Donatur suka memberi kritik dan masukan tentang program lembaga. Mencoba mendengarkan semua feedback dan meresponnya dengan baik akan memberi insight yang semakin tepat dan akurat. Jika layananan donator dapat memberi kepuasan pada donatur, akan memberikan kesan baik yang tertanam dalam benak dan hati donatur. Memiliki reputasi baik akan mendorong pertumbuhan lembaga karena membangun kepercayaan lebih sulit dibandingkan mencari jumlah donatur. Kepuasan donatur ketika menerima layanan donatur yang cepat, ramah, dan solutif akan mendorong mereka untuk terus kembali. Bayangkan jika yang dibagikan kepada relasi para donatur adalah pengalaman menyenangkan, jumlah donatur otomatis akan bertambah. Penghimpunan lembaga otomatis akan meningkat seiring dengan pertambahan donatur.

  1. Sistem Web Handal

Website membantu meningkatkan kredibilitas donatur terhadap lembaga kamu, menjadi media promosi yang efektif, menjangkau target pasar yang lebih luas, menampilkan informasi yang lebih lengkap, meningkatkan pelayanan pada donator karena memudahkan donator, salah satu media untuk menunjukkan lembaga kamu dan meningkatkan perkembangan lembaga kamu. Jadi sistem web yang hkamul menjadi salah satu hal yang sangat penting dalam digital fundraising.

  1. Giring Traffic Kuat

Semua orang pasti ingin memiliki social media dengan traffic tinggi. Segala cara pun ditempuh. Mulai dari memperbaiki SEO, meningkatkan kualitas konten, hingga mencari kanal distribusi yang pas untuk menarik traffic. Bicara kanal distribusi, media sosial bisa menjadi pilihan tepat untuk meningkatkan traffic. Sifatnya yang sosial menjadikan media sosial sebagai alat yang tepat untuk mengenalkan konten-konten kamulan kita kepada calon donatur baru. Dengan catatan, kita tahu bagaimana cara memanfaatkannya. Bebeapa hal yang bisa memaksimalkan traffic via media social, diantaranya adalah:

  • Pastikan jumlah followers di media sosial Kamu mencukupi.

Saat ingin mendistribusikan konten, Kamu harus yakinkan dulu bahwa followers di kanal distribusi yang dipilih mencukupi. Soal berapa jumlah yang dianggap cukup, jawabannya bisa sangat beragam. Tergantung seberapa besar kebutuhan kita. Bila followers di media sosial kamu dirasa kurang, tidak ada salahnya berinvestasi dulu untuk sedikit menggemukkan jumlahnya. Ini bisa dilakukan dengan kombinasi organik dan berbayar. Yang perlu diingat, semakin banyak jumlah followers, potensi sebaran konten followers akan semakin besar. Begitu juga potensi konversinya ke traffic web atau social media kamu.

  • Kenali karakter followers di media sosial kamu

Agar sukses menghadirkan konten yang sesuai dan berbuah konversi ke traffic, kita harus mengenali followers media sosial kita. Salah satu cara mengenalinya pada facebbok, sebagai admin kita bisa melihat Facebook Insight. Di facebook insight, Kamu bisa mendapatkan banyak informasi mengenai followers. Mulai dari data demografi, sampai kebiasaan mereka mengonsumsi konten di facebook. Ini bisa jadi bekal yang tepat untuk memilih konten untuk didistribusikan.

  • Media sosial adalah juga sebuah media, jangan terlalu banyak berpromosi untuk meningkatkan engagement

Cobalah membuat konten yang khas di sosial media. Sehingga followers Kamu bisa menikmati sebuah konten yang utuh, tanpa harus langsung meng-klik tautan. Bahaslah sebuah masalah dengan rinci, dan goda followers untuk tahu lebih banyak. Akhiri bahasan Kamu dengan sebuah call to action. Dijamin, post Kamu akan lebih efektif dalam mengonversi followers ke web.

  • Lakukan A/B testing untuk mencari tahu strategi yang paling tepat

Dalam digital, tidak ada hukum absolut. Semuanya relatif. Terutama, untuk urusan konversi. Sering bereksperimen adalah cara yang bijak untuk mengetahui bagaimana respon followers terhadap sebuah strategi. Pun demikian yang terjadi dalam mengepos konten di media sosial. Untuk menentukan gaya bahasa dan pola yang tepat dalam mempengaruhi followers, Kamu perlu melakukan A/B testing. Cobalah membuat 2-3 pola untuk mengomunikasikan hal yang sama. Posting di saat yang sama namun hari berbeda. Perhatikan bagaimana responnya. Dari tes tersebut, kita akan bisa mengetahui cara dan konten yang paling diterima oleh followers dan bisa diterapkan selama beberapa waktu. Lakukan tes ini secara berkala, agar kita terus update dengan selera dan kebiasaan followers kita.

  • Selalu bagikan konten yang supershareable

Istilah supershareable content mungkin sudah sangat akrab di telinga. Jenis konten yang dimaksud adalah konten yang menggugah followers untuk men-share, bahkan sebelum membaca. Untuk membuat konten jenis ini memang agak tricky. Kamu harus sangat mengetahui, jenis konten apa yang paling bisa menggugah emosi followers. Pilihkan judul yang sangat menarik, dan lengkapi dengan video maupun foto yang juga menarik. Semakin menarik pilihan judul, foto dan video Kamu, semakin besar kemungkinan konten yang Kamu tawarkan dire-share. Apa yang disuka followers dari sebuah media. Konten yang relevan sudah pasti menjadi jawaban. Setelah mengetahui karakter followers Kamu, menemukan konten yang tepat tidaklah menjadi kesulitan.

Nah itu dia beberapa kunci digital fundraising dari SAI, masih banyak lagi loh. Untuk lebih lengkapnya, nantikan pelatihan SAI tentang digital fundraising yaa. Atau kamu juga bisa request untuk melakukan pendampingan di lembaga kamu, karena SAI punya expert yang berpengalaman mengenai itu pastinya hehe.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *